Memasyarakatkan Adu’domba, MengAdu’dombakan Masyarakat

Kemaren, tanggal 26 Agustus gw dan temen2 KKN mengadakan sebuah seminar tentang pendidikan keseteraan di cipada (tempat gw kkn.red). seminar ini diadakan karena melihat tingginya angka putus sekolah di daerah cipada. Seminar ini kami beri judul : “Memasyarakatkan belajar dan membelajarkan masyarakat”. Judul yang benar-benar verbalisme ya?? He..

Rencananya seminar ini mau dilaksanakan pada jam 14.00, tapi entah mengapa pada jam 14.20 itu, para tamu undangan belum juga terlihat batang hidungnya.. AddEmoticons04274. Gw dan temen2 otomatis panik dong, keringat dingin mulai bercucuran ditambah lagi pemateri sudah datang. Aaargh pokoknya saat itu genting banget deh.

Setelah ditunggu selama setengah jam, akhirnya tamu undangan ada yang muncul juga…. Fiuuuh.. lega dah gw. Ternyata mereka datang telat itu karena panen dikebuh labu nya belum selesei, katanya. Ooooooh (kata gw dalam hati..). peserta seminar yang datang adalah 30 orang. Emang tidak semua tamu yang diundang datang, tapi segitu pun kami udah bersyukur banget. Awalnya gw kira paling yang datang ga akn lebih dari 17 orang. Hopeless.

Seminar berjalan dengan cukup sukses. Walaupun kendala banyak terjadi. Dimulai kendala konsumsi sampai ke listrik desa yang jeprat-jepret melulu karena tidak kuat menahan daya infokus dan leptop bwt presentasi. Pas persiapan, infokus dan cashn batre laptop tidak dapat dicolokn bareng, karena kalau bareng dua2nya, maka listrik desa pasti mati. Hancur banget hati gw saat itu,, bagaimana mungkin seminar bisa jalan tanpa laptop dan infokus????? Trus yang paling gw miris adalah soal infokus yang harga sewa nya mahal ga ketulungan.  Tapi, tak tahu entah mengapa, pas seminar dimulai,, infokus dan leptop dapat hidup dengan bareng??!! Gw bersykur bangeeeet. Allhamdulilaaah. Ternyata do’a kami terkabul.

Memang sih seminar gw berjalan lancar, tapi ada satu yang selalu menggelitik di hati gw. Yaitu omongan salah satu warga saat gw sedang mempersiapkan seminar.

Begini ceritanya :

Saat itu kan gw sama temen2 sedang membagikan undangan seminar. Tibalah gw memberikan undangan kepada Pa Haji, dan disana terjadi sebuah perbincangan yang menarik antara gw dan Pa haji.

Gw : “Asalamualaikum Pa Hajiii.”

P. Haji : “Ws.., wuiih, ada apa nih rame-rame?, ayo masuk dulu”

Gw : “Pa haji datang ya ke acara seminar kami!!! Ini surat undangannya..”

P. Haji : “ooh, trus apa judul seminar kalian??”

Gw : “memasyarakatkan belajar, membelajarkan masyarakat.”

P. Haji : “Judulny menarik juga… tapi..!?”

Gw : “tapi apa pa??”

P. Haji : “tapi kamu ko selingkuuh (pa haji malah berdendang lagu kangen band)”

P.Haji : “Menurut bapa, judul ini tidak akan menarik perhatian banyak warga!!.”

Gw : “Waduh, Trus kita harus gimana dong pa??”

P. Haji : “Gimana kalau judulnya diganti??!”

Gw : “kira-kira judul yang bisa narik perhatian orang banyak apa dong???”

Tak banyak pikir,  pa Haji langsung menjawab…………..

P. Haji : “Memasyarakatkan adu’domba, mengadu’dombakan masyarakat”

Gw dan temen2 ga ada yang bicara, Cuma kita saling pandang dan ketawa-ketawa sendiri.

Emang bisa nih c Pa Haji becanda nya…!!! AddEmoticons04254

Advertisements

3 thoughts on “Memasyarakatkan Adu’domba, MengAdu’dombakan Masyarakat

  1. kayanya asyik ya penyuluhan2 gitu. gw tertarik deh sama kegiatan kaya gitu. bagi2 ilmu dan pengalaman sama orang 😀

    itu si pak haji bisa aja deh 😉

  2. asik ga asik sih cha..!! he..
    soalnya respon warga itu kan ga smua nya positif.. pasti ada az halangannya..
    iyah, pa haji emang gokiiil 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s