Tak Perlu Minim untuk jadi Wanita Feminim

Sobat, kalian suka puyeng ngga kalau di televisi atau di sekitar kita lihat seorang gadis ataupun ibu2 yang suka pke pakaian yang minim/seronok banget. yang bisa bkin kita sebagai kaum lelaki “keluar dari tempatnya”.onion-11 Klw siSayah, sebagai perjaka normal, pasti “puyeng” bgt tuh..! kenapa sih mereka berpakaian kya gtuh?? ingin jadi pusat perhatian apa? ingin mencari jodoh? atau hanya ingin disebut feminim?? emangnya perlu ya klw ingin berpenampilan feminim trus berpakaian minim? klw emang ingin diperhatikan, buktikan donk dengan prestasi bukannya ini mah malah berpakaian seronok kya gtuh… (apakah ini yang disebut ciri2 degradasi moral) . trus kalau memang pengen cari jodoh dengan cara seperti itu, pasti dapetnya juga lelaki yang ga bener tuh,, klw ck bahasa sinetron mah, laki2 mata keranjang/hidung belang/bibir ember!! haha…

Muúuah..(600)siSayah bukanlah orang yang munafik. saya juga senang melihat wanita cantik, walaupun ada yang mengatakan “inner beauty” itu paling penting, tapi tetep weh, pesona wajah yang kita liat terlebih dulu, onion-15 dan setelah kenal lebih jauh, perilaku lah yang jadi pertimbangan saya..!!

Sekarang lagi musim tuh celana pendek ketat bwt cewe yang jaraknya cuma 7 cm dari “stasiun pusat”. aaargh…pusing2 bkin ga kuat iman az niiih. seorang ustadz pun butuh istigfar puluhan kali untuk mengendalikan nafsunya saat melihat “yang beginian”. apalagi sayah yang hanya seorang pemuda biasa dengan keimanan yang masih di bawah rata-rata. mati gaya

ada sebuah band tenar ibukota yang mengatakan “Wanita racun dunia”. siSayah 100% ga setuju nih sma jargon yang satu ini. secara kita dilahirkan dari rahim seorang ibu, kita juga memiliki ade atau kaka yang seorang wanita. emangnya km rela ibu atau ade/kaka kita disebut sebagai “racun dunia”?? tentu jawabannya pasti TIDAK. seharusnya jargon itu diganti menjadi “Wanita Seronok Racun Dunia”. baru saya setuju.

oh iya maaf ya bila saya ada salah2 kata. tolong sayah diingatkan. maaf bila ada yang tersentil sma tulisan sya yang satu ini (emang tujuannya itu.. ).disini sayah bknnya mau sok suci. tapi mungkin dengan berkurangnya wanita yang mengumbar aurat, kejahatan pelecehan seksual, pemerkosaan, dll. dapat ditekan dimasyarakat kita. Amminnn..

bwt kalian yang belum bisa memakai jilbab, minimal berpakaian sopan lah. dan usahakan jangan memakai pakaian minim. ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakuny, tetapi juga karena “nafsu” pelakunya. waspadalah.. waspadalah…ngeselin

Advertisements

21 thoughts on “Tak Perlu Minim untuk jadi Wanita Feminim

  1. wahahahaha… nya ulah berfikiran jorok wae den.. insya allah bisa ngajaga..hehehe…

    tp bener nya….kamari jalan2 ka kawah putih..eta abdi mani tiris pisan..sampe sitangan dimasuken ka baju..eh pek teh aya cewe 2-an santai wae ngagge hotpant teh..teu tiris2 acan..hebat mereka teh…heheheh..

  2. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  3. Boleh komen ya?
    Ya boleh lah… itulah kenapa ada kolomnya. Hehe
    Menurut saya, hak berpakaian benar-benar kembali ke setiap individu. Sedangkan hak berpikir dan berpendapat, juga kembali pada yang memiliki alat pikir (baca: otak). Jadi, kenapa ketika ada perempuan berpakaian seronok, banyak laki2 lalu pikirannya ngeres, karena mereka mengeset otak mereka begitu. Padahal kan bisa saja tidak seperti itu to? Pernah dengar kasus pemerkosaan di negara2 yang mewajibkan perempuannya berkerudung? Hayo… siapa lagi yang mau disalahkah sekarang? Sudah berkerudung lho dia…

    Lalu tentang kalau perempuan seronok racun dunia, aduhhh… saya juga boleh kurang setuju ya. Karena bibit2 kerusakan itu muncul (sekali lgi) dari otak tiap2 individu. Coba tanya sama bapak2 yang korup itu, bukan karena pakaian seronok mereka korup.

    Aduh… saya ini bicara apa?
    Mohon diluruskan juga ya, kalo ada yang keliru.
    Salam

  4. terima kasih bwt komentarnya Mbak.. sudah saya duga klw artikel yang ini pasti bakal menimbulkan pro & kontra. 🙂
    pendapat Mbak ada benarnya jg.. memang wanita tidak sepenuhnya bisa disalahkan, lelaki juga banyak yang brengsek! tapi bukankan lebih baik kalau kita saling menjaga??? maksud saya, yang perempuan menjaga auratnya, sedangkan laki-laki menjaga pandangannya. lelaki itu makhluk yang memiliki hawa nafsu yang begitu besar. walaupun mereka menset pikirannya kearah yang baik, tpi bsa saja godaan itu datang begitu saja. karena kita hnya insan biasa, Mbak! yang tak luput dari salah dan lupa. (makanya saling menjagalah!)
    trus saya juga tidak menjamin kalau perempuan memakai kerudung, bakal 100% tidak terkena tindak pemerkosaan.. Tidak!,, tapi kerudung itu merupakan tindakan preventif untuk menjaga dari pandangan2 syahwat lelaki yang bisa meminimalisir tindak pemerkosaan.

    Masalah bapa2 korupsi,, maaf kynya itu tidak ada hubungannya dengan postingan ini deh.. mari kita bicarakan di topik yang lain… ^_^

    terima kasih telah mau berpendapat ya Mbak!!
    maaf bila ada tulisan saya yang bkin ga enak hati..disini saya hanya share pengalaman saja, tidak berniat sok tau atau sok menggurui.

  5. bener banget artikel itu, feminim bukan berarti memakai baju yang minim…
    cukup dengan bersikap lembut juga menurut q udah feminim…

  6. hahahhhhh deden merekomendasikan ini ke aku…
    ternyata ada benarnya juga yach???
    hohooo
    tapi coba km Liat di Mall-mall deh banyak yg kaya gt den,,,
    semoga aku ngga semoga aku ngga hihiy

  7. tulisnnya baguz….alangkah baik jika diperdetil biar bikin gereget yang baca….tentunya bercasarkan fakta dilapangan..

  8. Wuaduh.. Segitunya ngeliat cwe. Mia biasa2 aja tuh liat cwe pake baju minim hahaha

    Tp setuju bro. Feminim bkan lah pake baju minim. Yg pake baju minim itu cwe yg kekurangan bhn baju kale,mknya ngegantung gt hahaha patut diberi bantuan bhn kain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s