Veteran itu Ngamen Untuk Menyambung hidup

1154531431veteran Untuk lebih menjiwai dahsyatnya Hari Pahlawan itu, saya nongkrong az di depan monitor di kosn yang telah di pasangi TV Tuner. Hampir seluruh stasiun TV menayangkan tentang acara memperingati hari bersejarah ini. Dalam sebuah  tayangan saya melihat Presiden kita, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono sedang memimpin upacara peringatan hari pahlawan. setelah Upacara selesai, kemudian acara dilanjutkan dengan tabur bunga ditaman makam kalibata. Terlihat Bapa dan Ibu Negara sedang menaburkan bunga dengan penuh haru dan khidmatnya.

Setelah tayangan itu selesai (dan saya belum puas menonton) eh malah dipotong sama para sponsor yang mempromosikan produknya.. tanpa pikir panjang, siSayah langsung saja memindahkan ke chanel yang lain. Chanel terus berganti dan berganti, tapi tiba-tiba. . . . . . . . . .

tangan saya berhenti menekan remote setelah melihat tayangan seorang Kakek Tua yang sedang mengamen menggunakan harmonika usang. terdengar alunan lagu daerah sunda dan lagu Indonesia Raya dia bawakan walau dengan nafas yang kadang tersengal.

meskipun siSayah seorang lelaki tulen, tapi saya juga seorang manusia biasa yang saat melihat tayangan itu, airmata sayapun hampir jatuh.   miris saya melihatnya. mungkin andapun akan demikian. Untuk anda ketahui bahwa kakek tua yang sedang mengamen itu adalah Seorang Veteran Angkatan Darat yang dulu ikut berjuang dalam peristiwa Bandung Lautan Api. 

Sayang saya tidak dapat menshot gambarnya.. tapi untunglah ada temen-temen yang telah mempostingnya terlebih dahulu di sebuah forum terkenal di negeri ini. Coba anda lihat gambar-gambar dibawah ini :

2916_1142690852192_1375094790_374767_1026281_n

2916_1142690772190_1375094790_374765_872804_n

2916_1142690612186_1375094790_374761_1167349_n

 2916_1142690932194_1375094790_374769_4640952_n

Apa yang anda rasakan saat melihat gambar-gambar diatas?? seorang pejuang bangsa yang seharusnya dapat menikmati masa tua nya dengan tentram dan damai, ternyata harus mati-matian mengamen hanya agar asap dapurnya tetap mengepul?

Janganlah kalian menutup mata. hey..!!

Nama pejuang yang terlupakan itu, Pa Icun Rusman namanya…kalau tidak salah beliau sekarang tinggal di kompleks perumahan di daerah cisokan, Bandung. Mungkin masih banyak “Pa Icun-Pa Icun” yang lain yang mungkin nasibnya lebih memprihatinkan lagi??

Dulu, saya percaya benar pasti Pa Icun membela negara ini tanpa rasa Pamrih… tapi apakah pantas balasan ini yang kita berikan kepada orang yang mati-matian memperjuangkan kemerdekaan trus sekarang juga harus mati-matian untuk menyambung hidup?? Apakah ini balasan bangsa yang besar terhadap para pahlawannya?

Pada tayangan di televisi itu Bisa dilihat ternyata Pa Icun juga memiliki Piagam tanda jasa Veteran. tapi saat piagam itu beliau ajukan untuk sekedar mendapatkan biaya kesejahteraan… Apa yang beliau dapatkan?? cuma tiga buah kata yang itu-itu saja, yaitu Pa Icun disuruh “Sabar, sabar dan sabar”.

Semoga Pa SBY selain menabur bunga di taman makam pahlawan.. beliau juga mau berkunjung ke rumah para veteran yang terlantar ini atau paling tidak, beliau lebih memperhatikan nasib para pejuang yang sekarang masih “berjuang” ini.

Sumber : http://www.kaskus.us

Advertisements

25 thoughts on “Veteran itu Ngamen Untuk Menyambung hidup

  1. Ya mau gimana lagi. Inilah Potret keadaannya, setiap tahun saya selalu membaca, melihat dan mendegar berita-berita seperti ini tapi tetap saja tidak ada perubahan secara nyata. TV, Radio, Koran, Blog, forum, dsbnya tetap juga tidak merubah keadaan ini. Sepertinya pahlawan di negeri ini tidak terlalu dihargai, tidak hanya pahlawan perjuanga dulu tapi pahlawan-pahlawan di bidang-bidang lainnya juga. Juts My Opinion.

  2. benar sekali kang deka… nampaknya berbagai upaya apapun akan percuma kalau pemerintahn kitanya tetap seperti acuh tak acuh.. padahal mereka sudah beberapa kali mengajukan piagam veterannya ke kantor yang bersangkutan.. tapi tetap kesejahteraan mereka tak diperhatikan…
    pahlawan d bidang lain?? ya.. kelihatannya para veteran-veteran olahragawanpun nasibnya hampir sama ya??

    • Ya gak jauh berbedalah. di bidang yang saya tekunin aja. Pernah dosen saya bilang. “jika anda ingin mendapatkan gaji yang besar sebaiknya jangan ada bekerja di negeri ini, bekerja lah di luar negeri. karena orang di luar lebih menghargai kehebatanan dan kemahiran anda di bandingkan negeri ini”. ya beginilah keadaan negeri INDONESIA tercinta ini.

  3. Saya malah menjadi heran, para veteran itukan memiliki lembaga sendiri yang biasanya tergabung dalam legiun Veteran Indonesia. Lantas Kerjanya apa dunk lembaga ini ?

  4. rupanya pa icun dibahas lagi ya….perasaan dulu teteh dah pernah baca tentang para veteran yang ngamen ini. ternyata belum ada perubahan ya…termasuk permainan harmonika dengan lagu indonesia raya nya itu

  5. Ayah saya juga seorang veteran dan Alhamdulillah dapat tunjangan veteran untuk menyamnbung hidup. Barangkali masih ada veteran2 yang belum bisa mengurus tunjangannya ya,kasihan mereka. apalagi jika putra-putrinya masih kuliah.
    Semoga pemerintah tetap memperhatikan nasib mereka.
    Salam hangat dari Surabaya

    • Semoga veteran-veteran yang lain juga mendapatkan tunjangan secepatnya seperti ayahanda pakde..
      semoga pemerintah mau “turun ke bawah” dan mau mengetuk pintu2 rumah para veteran ini.

  6. apaun dalam hidup hanya bisa dijalani. sudah sejak lama realita melupakan menjadi kedok membuang rasa bersalah…
    memang tak ada yang dapat dilakukan untuk membantu. Tpi semagat yang dia tunjukkan untuk hidup tak meminta kita untuk mengasihannya…….
    terima kasih bapak………….

  7. pedih memang saat kita melihat fenomena veteran saat ini.. saat pengahargaan yang diberikan tidak sebanding dengan hasil yang telah mereka perjuangakan… menurutku ada hal yang lebih ntaya untuk membentu mereka yaitu dengan bersilaturahmi dengan mereka serta mw berbagi…. kunjungi mereka dan mereka akan merasa sangat bahagia……^^

  8. tolong pak sby, anda lahir dari keluaga legiun veteran. bapak anda,,,mertua anda,,,,apalagi?
    saya mengharapkan setiap veteran kemerdekaan bisa menikmati masa tuanya dengan sisa-sisa kebanggaanya, mereka tidak meminta, kita bersama yang memikirkan kesejahteraan mereka. mereka harus punya rasa bangga dan wajib dibanggakan anak cucunya, kalau kehidupan mereka tidak sejahtera, apa yang mereka banggakan? SEKALI LAGI, KITA YANG MEMIKIRKAN KEBAHAGIAAN MEREKA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s